KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
101. Gregorius IV (827-844)
Gregorius lahir di Roma, dari sebuah keluarga bangsawan. Terpilih mejadi paus pada 20 September 827. Ia berusaha menolak untuk dipilih karena masalah-masalah berat yang terjadi, yaitu perselisihan dan perkelahian hebat di pengadilan kekaisaran serta serangan teroro dari kaum Sarasen yang merupakan penguasa laut. Kontroversi di pengadilan tersebut mengarah kepda perpecahan. Setelah Gregorius menjadi uskup, ia melakukan perjalanan ke Perancis dengan maksud untuk mendamaikan mereka. Tetapi tidak berhasil. Penyelesaian baru terjadi setelah kematian Louis yang saleh dan Paus (844), melalui penandatanganan sebuah trakta (perjanjian) di Verdun tentang pembagian wilayah kekuasaan, yakni: Italia diberikan kepada Lothair, Perancis kepada Charles II, serta Galia dan Jerman kepada Loius Jerman.
Gregorius menunjuk St. Anskhar sebagai utusannya untuk missi di Skandinavia. Ia juga mengorganisir pasukan-pasukan yag kuat di bawah komando Duke dari Tuscan untuk mengalahkan kaum Sarasen yang kalah lima kali. Para bajak laut Sarasen merupakan ancaman bagi Italia dan Roma. Mereka sering mendatarat di Ostia mengancam Roma dari dekat, untuk itu Gregorius membangun benteng pertahanan dan sebuah kota di laut yang ia sebut Gregopolis. Ia secara definitive menetapkan tanggal 1 November sebagai Hari raya Semua Orang Kudus. Pada masa ini juga ada paus tandingan bernama Yohanes. Gregorius wafat pada 11 Januari 844.
|